Prolog: Tahun 1994 adalah tahun paling menyakitkan bagiku. Bahkan, bagi warga di kampungku. Kejadian yang tak disangka kehadirannya merenggut banyak senyum dan kebahagiaan. Aku yang keras kepala dan egois seperti Pada peristiwa 2 Juni 1994, aku mendapat balasan atas semua perbuatanku. Malam itu riuh suara air naik dengan cepat ke daratan, teriakan, jeritan, dan reruntuhan barang yang sali…
Ternyata, dibalik setiap perbuatan, selalu ada balasan. Bapak tidak pernah menyangka jika hidup dalam rasa penyesalan yang begitu besar akan sangat menyakitkan. Dan justru, sesuatu yang paling menyakitkan itu bukan lah KEHILANGAN karena kematian. Tetapi, saat Bapak harus menjalani hari-hari setelah KEHILANGAN itu sendiri. Hanya dua dari ketujuh putranya yang selamat. Bapak seperti diberi…